Laman


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Kamis, 19 Mei 2011

HISTORY OF SOULJAH

THE BEGINNING | 4 April 1998
Sekelompok Mahasiswa Periklanan FISIP UI membentuk sebuah band dengan nama ARIGATOO dengan formasi
Danar (voc), Bayu (gitar), Ari (guitar), Dimas (Drum), Shanty (trompet), Ocha (trompet), Renhat (Bass).
Layaknya band kampus lainnya mereka membentuk band untuk mengisi waktu luang.

THE SINGLE | Late 1998

Bosan membawakan lagu Save Ferris, Bob Marley dan Reel Big Fish, Arigatoo memberanikan diri untuk merekam dan merilis single INDEHOY DI TELUK BAYUR yang langsung menjadi hits di kalangan underground.
Dengan lagu Indehoy, Arigatoo segera melejit menjadi bintang tamu di berbagai acara musik.

NEW FORMATION | Mid 1999

Seiring dengan meningkatnya kesadaran bermusik dan pentingnya Brass Section dalam setiap aksi panggung maka direkrutlah David (trompet) dan Vino (Alto Saxophone).
Inilah formasi lengkap pertama Arigatoo; Danar (vocal), Bayu (gitar), Ari (gitar), Renhat (bass), Dimas (Drum), Ocha (trompet), Vino(sax), David (trompet).

THE INDUSTRY | DECEMBER 1999

Tahun 1999 menjadi tahun yang berarti bagi Arigatoo karena di tahun ini mereka masuk dapur rekaman untuk menyumbangkan sebuah lagu dalam album kompilasi Skamania, kompilasi ska rilisan Sony Music, tahun 1999. Dengan single PETUALANGAN VW COMBI.
Lagu yang menjadi andalan mereka di album ini ternyata tidak berhasil membawa mereka dikenal oleh luas. Hanya kalangan underground yang memberikan apresiasi tinggi terhadap karya mereka.

DOOMS DAY | OCTOBER 2000

Gairah bermusik Arigatoo segera melambat seiring dengan tidak kondusifnya kondisi industri musik tanah air dan hengkangnya beberapa personil Arigatoo; Renhat (bass) hengkang untuk melanjutkan kuliah komunikasi di Hawaii dan Ari (gitar) pergi untuk masuk dalam dunia kerja.

THE TRANSITION | 2000-2002

Selama 2 tahun Arigatoo mengalami masa kegelapan dengan bertambahnya personil yang hengkang yaitu Dimas (drum) dan Ocha (Trompet).
Selama 2 tahun walau tercatat hanya beberapa panggung musik yang disambangi oleh Arigatoo namun mereka mencoba untuk tetap eksis di dunia musik.

HOME COMING | Mid 2002

Renhat (bass) kembali mengisi posisi bass karena telah menyelesaikan kuliahnya dan Dimas (drum) pun kembali mengisi formasi Arigatoo menjadi formasi Komplit pertama setelah masa transisi.
Formasi terakhir Arigatoo adalah: Renhat (bass), Danar (vocal), Dimas (Drum), Bayu (gitar), David (trompet), Vino (Alto Sax).

FIRE STARTER | Early 2003

Album kompilasi Asian Ska Foundation yang dirilis oleh label dari Jepang- Authority Records membakar kembali semangat Arigatoo untuk kembali serius di musik dan melupakan sejenak segala pekerjaan kantoran mereka.
Kompilasi ini pula yang membuat Arigatoo kembali meneruskan beberapa lagu yang sempat mereka rekam di tahun 2000.


THE BEGINNING IS THE END

IS THE BEGINNING | MID 2003
Kami Bukan Perawan Lagi merupakan awal bagi Arigatoo masuk ke industri rekaman Nasional. Dengan album ini pula Arigatoo menyatakan keseriusannya dalam bermusik.
Album ini juga merupakan akhir dari perjalanan musik Arigatoo yang akan bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih besar.
Dan album ini jugalah yang menjadi awal masuknya SAID dalam formasi Arigatoo dan hengkangnya Vino (alto sax).

FINALLY ITS SOULJAH | Early 2005

Akhirnya setelah merasakan image yang tidak jelas terhadap aliran musik yang mereka bawakan ARIGATOO mengganti namanya menjadi SOULJAH yang lebih cocok untuk JAMAICAN MUSIC yang mereka usung.
Penggantian nama ini diiringi dengan releasenya album BREAKING THE ROOTS dibawah label mereka sendiri OFFBEAT MUSIC.
Formasi album ini adalah: Danar (vokal), Said (toasting), Bayu (gitar), Dimas (drum), renhat (bass), David (trompet/Keyboard).

SECOND ALBUM | Early 2007

BERSAMAMU yang merupakan album kedua SOULJAH membawa banyak perubahan internal.
Dalam penggarapannya album ini kembali berganti personil dengan hengkangnya Dimas(drum) yang digantikan oleh Hanli serta masuknya kembali Vino(sax).
Formasi album ini adalah: Danar (vocal), Said (toasting), Bayu (guitar), Renhat( bass), David (keyboard), Vino (tenor Sax),Serta Additional player Hanli (drum), Edot (trombone).
Album yang diiringi dengan Novel dengan judul, cover serta cerita yang sama urutannya dengan album mereka.


TRILOGY MESTAKUNG | Mid 2009

MERAH-KUNING-HIJAU adalah trilogi album SOULJAH yang dikemas dalam BREAKING THE ROOT/Merah, BERASAMAMU/Kuning, dan MESTAKUNG/Hijau.
Warna yang melambangkan perjuangan SOULJAH dalam bermusik, berkarya dan menyebarkan apa yang mereka kerjakan kepada masyarakat luas.
Dalam penggarapannya album ini SOULJAH kembali berganti personil. Kini Bayu (gitar) digantikan oleh Gema dan masuknya additional player Nanda (drum).
11 tahun yang panjang namun belum berakhir. Apakah Semesta alam akan mendukung SOULJAH? biar sejarah yang membuktikan.



THE COMPLETE HISTORY OF WHAT SOULJAH KEEPS FIGHTING FOR


THE BEGINNING | Mid 2003

Album KAMI BUKAN PERAWAN LAGI menjadi tonggak berkecimpungnya Arigatoo di industri musik seperti ditulis Kapanlagi.com ”Uniknya, mereka juga punya label sendiri yang namanya pun kocak,Senyum Tante Record. Main-main? Tidak, mereka memainkan musiknya dengan serius.
Senyum tante record mengawali keseriusan anak-anak FISIP UI ini untuk bermusik dan hidup dari musik.

GETTING SERIOUS | Late 2004

Merasa kurang serius di album sebelumnya, Arigatoo pun bertransformasi menjadi SOULJAH dan mengganti Senyum Tante Record menjadi Offbeat Music. Semua ini dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarkat bahwa SOULJAH adalah band yang terkonsep.
Untuk menyatakan keseriusan mereka maka dipilihlah NAGASWARA sebagai distributor album pertama SOULJAH - BREAKING THE ROOTS.
SOULJAH menggaet Sundari Sukotjo dan Happy Salma serta hendrik Rastafara untuk menunjukkan konsep bermusik yang mereka maksud. MUSIK SOULJAH!

THE LABEL | EARLY 2005

Dengan Danar dan Bayu dibagian promosi, Dimas dibagian desain, Said keuangan, David Merchandise, serta Renhat sebagai kepala operasional maka lengkaplah OFFBEAT MUSIC sebagai label indie yang tidak tanggung-tanggung dalam berpromosi.
Berbekal ilmu waktu kuliah maka mereka mulai berpromosi baik ATL maupun BTL. Tour Jawa-Bali dari kocek sendiri pun mereka jalani.


THE BREAK UP | Late 2005

Berhasilkah SOULJAH?TIDAK!
Yang mereka hasilkan hanyalah hutang sebanyak 50 Juta Rupiah dan job yang tidak kunjung datang.
Dengan pengetahuan yang minim serta tidak adanya pengalaman di industri rekaman maka SOULJAH-BREAKING THE ROOTS gagal di pasaran.
Kegagalan membuat keretakan dalam band semakin terasa. Kembali SOULJAH harus bergotong royong dalam membayar sewa studio latihan.

MAINTAINING | EARLY 2006

Gagalnya album perdana SOULJAH juga menandai hancurnya OFFBEAT MUSIC. Yang tersisa hanya Renhat.
Dengan bantuan Robin, Offbeat Music mencetak artis baru yang mereka beri nama DUA.
Dengan modal yang seadanya dan harapan lagu Pop lebih menjual maka album perdana DUA -TENTANG KITA dirilis dibawah distribusi VIRGO.
Hasilnya? Gagal!!!

THEY ARE BACK | Early 2007

Yap! SOULJAH is back. Setelah berhasil mengumpulkan dana untuk membayar hutang dan menyisakan sedikit uang panggung untuk rekaman maka album BERSAMAMU dirilis.
Setelah di album pertama SOULJAH berhasil menggabungkan Keroncong dengan SKA, Reggae dengan Dance, Metal dengan DANCEHALL kini album BERSAMAMU mengusung tema AUDIO NOVEL.
Novel dan CD memiliki alur cerita, jumlah bab serta cover yang sama. Mirip apa yang dilakukan oleh artis Berinisial “D” tapi sayangnya kami lebih dulu.




TOO SERIOUS | Early 2008

Berawal dari Senyum Tante Records yang terdengar asal-asalan, membentuk Offbeat Music yang lebih serius hingga merubah Offbeat Music menjadi PT.OFFBEAT INDONESIA di Tahun 2008 membuat Souljah dan teman-teman menjadi semakin serius menjalani dunia musik. Terlalu serius? Mungkin iya, mungkin Gila! itu jawaban yang bisa diberikan untuk saat ini.
Mungkin orang akan berfikir Offbeat mendapatkan uang dari warisan, menang kuis 1milyar atau Investor untuk membangun Perseroan. Tidak!!! Semua hasil kerja keras bermusik.

DREAM COME TRUE? | Mid 2008

Tidak seperti kisah sukses band-band papan atas,ataupun kisah spektakuler dari pebisnis-pebisnis muda yang handal, Offbeat Music dan Souljah kian terpuruk karena kesulitan finansial.
Album yang disiapkan terpaksa ditunda penggarapannya. Kembali Souljah harus mengumpulkan dana untuk menyelesaikan album ke-3 mereka yang merupakan Trilogi Merah-Kuning-Hijau.

GETTING WORSE | Late 2008

Kehilangan seorang sahabat dan pemain gitar yang telah bersama-sama berjuang selama 10 tahun, keadaan finansial yang semakin memburuk, serta kondisi musik Indonesia yang semakin memojokkan musik-musik alternatif membuat SOULJAH semakin terpuruk.
Dalam keterpurukan SOULJAH memilih MESTAKUNG (Semesta Mendukung) untuk menjadi judul album terbaru mereka. Yang menggambarkan keadaan yang mereka alami ketika itu.

MESTAKUNG | Early 2009

Ditengah keterpurukannya Souljah mendapatkan kekuatan dari Semesta Alam untuk tidak berhenti bekerja dan berkarya
SOULJAH kembali masuk studio dan mengaransemen lagu-lagu baru yang segar. Semua inspirasi, daya kreasi dan kemampuan terbaik dari orang-orang terbaik dituangkan dalam 12 lagu baru untuk dimasukkan dalam album MESTAKUNG.



AMAZING | Mid 2009

Amazing! Album MESTAKUNG rampung sudah. Segala kekurangan dan rintangan yang mereka hadapi justru menjadi sumber kekuatan yang menakjubkan.
Tidak hanya album yang rampung namun SOULJAH berhasil menyelesaikan logo baru, image baru, dan tentu saja strategi baru dalam menghadapi kerasnya persaingan dalam industri musik.
Offbeat music yang selama ini menangani Manajemen mereka pun ikut dirubah. Amazing Entertainment dipilih menjadi nama baru yang lebih sesuai dengan konsep baru SOULJAH

TO BE OR NOT TO BE | 2009 .........

Klise, namun tentunya album ini adalah penentuan apakah SOULJAH akan menjadi SUPER GRUP baru atau hanya akan menjadi sampah kegagalan dalam sejarah musik Indonesia!
SOULJAH hanya bisa bekerja dan berkarya namun kesuksesan dan kegagalannya hanya ditentukan oleh teman-teman semua.

BIOGRAFI BOB MARLEY

Kapten Norval Sinclair Marley adalah seseorang yang berperawakan kecil. Ia adalah seorang pengawas tanah perusahaan Crown Lands, milik Pemerintahan Inggris yang telah menjajah Jamaika sejak tahun 1660-an yang terletak sebelah utara pulau itu. Pangkat yang disandangnya ia dapat saat menjadi komandan markas di Resimen British Hindia Barat. Suatu saat ia bertemu dengan Cendella, seorang wanita pribumi yang telah mamikat hatinya pada saat dia sedang berkunjung ke distrik Nine Miles. Hubungan mereka menjadi pergunjingan warga setempat karena Ras.


Pada Mei 1944 cedella mengejutkan keluarganya karena hamil. Sehingga pada hari jumat dilaksanakanlah pernikahan antara Norval dengan Cendella dan sehari setelah pernikahan mereka, Cendella diungsikan ke Kingston agar tidak tercorek namanya sebagai ahli waris keluarganya.

Dan akhirnya Cendella melahirkan seorang anak yang diberi nama Robert Nesta Marley yang lahir pada pukul 2.30, Rabu Februari 1945 dengan bobot enam setengan pon (3.25 kg) di Nine Miles. Konon pada malam kelahirannya, banyak orang melihat beberapa meteor jatuh, yang menurut keyakinannya akan lahir seorang tokoh besar.

Pada tahun 1950 Cendella pindah ke Trench Town – Kingston. Marley mulay berinteraksi dengan geng-geng jalanan yang kemudian berlanjut menjadi gerombolan bernama “The Rudeboys. Walaupun berperawakan kecil seperti ayahnya, tapi karena kekuatannya ia dijuluki “Tuff Gong”.

Setelah Marley drop out dari sekolahnya ia mulai tertarik dengan musik. Pada awal 1962 Bob Marley, Bunny Livingstone, Peter Mcintosh, Junior Braithwaite, Beverley Kelso dan Cherry Smith membentuk grup ska & rocksteady dengan nama “The Teenager” yang nantinya berubah menjadi The Wailing Rudeboys dan berganti lagi menjadi The Wailing Wailer dan akhirnya menjadi The Wailers.


Pada tahun 1977, Bob Marley divonis terkena kanker kulit, namun disembunyikan dari publik. Bob Marley kembali ke Jamaica tahun 1978, dan mengeluarkan SURVIVAL pada tahun 1979 diikuti oleh kesuksesan tur keliling Eropa.

Bob Marley melakukan 2 pertunjukan di Madison Square Garden dalam rangka merengkuh warga kulit hitam di Amerika Serikat. Namun pada tanggal 21 September 1980, Bob Marley pingsan saat jogging di NYC’s Central Park. Kankernya telah menyebar sampai otak, paru-paru dan lambung. Penyanyi reggae inipun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak.


Terlihat jelas melalui sinar matahari jamaika kamu dapat memilih bagian dari dongeng tentang Marley antara lain : tentang kesedihan, cinta, pemahaman, dan Godgiven talent.

Dua dekade setelah dia meninggal, Imensitas (kebesaran) Bob Marley menempatkannya menjadi satu diantara figur-figur transenden terbesar sepanjang abad. Riak-riak yang dilakukannya menyebrang dari sungai musiknya kedalam samudera politik, etika, gaya filsfat, dan agama (Rastafaria). Bob Marley dimasukkan ke dalam Rock n Roll Hall of Fame pada tahun 1994. Majalah time memilih lagu Bob Marley & The Wailers Exodus sebagai album terbersar pada abad ke-20. pada tahun 2001 ia memenangkan Grammy Lifetime Achivement Award.

Pada tahun yang sama kemudian film documenter tentang hidupnya dibuat oleh Jeremy Marre, Rebel Music, dinominasikan untuk The Best Long Form Music Video documentary at the Grammies, serta penghargaan untuk beberapa kategori lainnya. Dengan kontribusi dari Rita, The Wailers, dan para pecintanya serta anaknya, film tersebut menceritakan tentang Marley, yang juga disertai kata-kata Marley sendiri. Pada musim panas tahun 2006, Kota New York memberikan penghargaan tersendiri bagi Bob Marley dengan memberi nama pada jalam gereja dari jalan Ramsen ke East 98th street dibagian timur Brookliyn dengan memberi nama “Marley Boulevard”. Dan masih banyak lagi penghargaan yang Bob Marley dapatkan.

Kisah hidup Bob Marley adalah sebuah arketipe, itulah kenapa karya-karyanya abadi dan terus bergema. Bob Marley berbicara tentang represi politik, wawasan metafisik dan artistic, kesejahteraan dan apa saja yang mengusiknya. “No Women No Cry” masih akan terus mengahapus air mata dari wajah seorang janda “Exodus” masih akan memunculkan ksatria, “Redemtion Song” masih akan menjadi tangisan emansipasi untuk melawan segala tirrani, “Waiting in Vaint” akan tetap menggairahkan, dan “One Love” akan terus menjadi himne internasional bagi kesatuan kemanusiaan didunia melampui batas-batas, melampui kepercayaan-kepercayaan, di mana tiap orang akan sadar dan mempelajarinya.

Bob Marley bukan hanya sekedar bintang musik yang sebagian besar rekamannya memecahkan rekor internasional, namun ia juga menjadi sebuah figure moral dan religius. Selain Bob Marley kita juga harus mengakui bahwa banyak musisi yang lebih unggul dari penemuan instrumental, gaya vocal gubahan musik, dan sebagainya.tetapi hanya Bob Marley yang dapat membuat kita melihat ribuan orang Hpi dari Mexico, Maori dari Selandia Baru bahkan komunitas-nya di Indonesia (Jogjakarta dan Bali), berkumpul tiap tahun untuk menghormatinya.

Banyak penggemarnya di seluruh dunia meniru gaya rambut dreadlocknya karena fanatic walaupun tidak sedikit pula yang meniru dreadlock Bob Marley karena terkena imbas voyeurisme, padahal sebenarnya dreadlock Bob Marley sebagai bagian dari keyakinannya akan ajran Rastafarian, dan bukan dari pengkulturan dari selebriti idolanya. Pada umumnya di Indonesia, sosok Bob Marley banyak diidentikkan dengan ganja, padahal ganja adalah ritual serta bagian dari ajaran Rastafarian dan Bob Marly adalah penganutnya. Wajar bila ia mengkonsumsi, menjadikan syair, dan menyanyikannya.

Referensi :

- http://reagea.blogspot.com/2009/01/biografi-bob-marley.html
- http://yodisetyawan.wordpress.com/2008/04/11/halo-dunia/

REGGAE , RASTA , GANJA DAN PERDAMAIAN

Emancipate yourselves from mental slavery. None but ourselves can free our minds
Have no fear for atomic energy, ‘Cause none of them can stop the time
How long shall they kill our prophets, While we stand aside and look
Some say it’s just a part of it We’ve got to fulfil de book
Won’t you help to sing, These songs of freedom” ( Bob Marley )

Bob Marley, musisi asal Kingston Jamaica yang dianggap seperti nabi oleh pecinta musik reggae. Bob Marleylah yang mempopulerkan genre reggae di jagat industri musik dunia. Lirik lagu yang diciptakannya, memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk berjuang dan bicara tentang perdamaian. Seperti penggalan lirik lagu Redemption Song diatas.

Reggae suatu genre musik yang berkembang di Jamaika. Reggae sendiri merupakan campuran dari aliran ska dan rocksteady. Musik reggae kombinasi musik tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta lagu rakyat Jamaika. Reggae diketahui orang banyak sebagai musik rakyat Jamaika. Namun sebenarnya, berasal dari New Orleans, kota R&B (Rhythm and Blues). Musik ska, yang mempunyai pengaruh kuat pada reggae, juga berasal dari New Orleans. Musik-musik ini diperdengar dari siaran radio Amerika. Iringan gitar pas-pasan dan putus-putus merupakan interprestasi para musisi akan R&B yang populer di tahun 60an.

Raggae tak harus Rasta dan hisap ganja
Bagi sebagian orang musik reggae diidentikan dengan ganja dan rasta. Padahal, rasta dan reggae tidak memiliki ikatan apapun. Reggae adalah genre musik, sedang rasta atau rastafar’i suatu faham yang berkembang di Afrika dan dijadikan sebagai gerakan politik untuk membebaskan diri dari sistem perbudakan di tahun 30-an. Memang, mayoritas penganut faham Rastafarianisme berambut gimbal dan menggunakan ganja sebagai media bermeditasi untuk mendekatkan diri pada Tuhan yang diyakininya ( King Haile Selassie ). Tetapi, tidak berarti bahwa semua yang berambut gimbal adalah pengikut Rastafarian dan menghisap ganja. Contohnya musisi Tonny Q. Salah satu dedengkot reggae di Indonesia ini mengaku, dirinya bukan seorang Rastafarian dan tidak menghisap ganja. Stigma seperti inilah yang membuat sebagian orang berpandangan negatif terhadap pecinta musik reggae.

Perjalanan Reggae di Indonesia
Reggae timbul tenggelam di dunia musik Indonesia, namun tidak pernah hilang. Reggae kembali hidup ketika Steven & Coconut Treez mengeluarkan single Welcome To My Paradise di tahun 2007. Berkat grup inilah reggae kembali berkumandang di radio. Banyak grup reggae yang masih berkibar di belantika musik Indonesia, seperti Tony Q – Rastafara, Black & Company, Soul Jah, Shagy Dog, dan The Babylonians.

Musik reggae mulai populer di Indonesia tahun 1980, dengan munculnya band Reggae Abreso pada acara Reggae Night di Taman Impian Jaya Ancol. Tahun 1986 band yang personilnya pemuda asal Papua ini, performing di Christmas Island selama tiga bulan yang diprakarsai oleh Yorries Raweyai. Pada tahun 1984 Abreso masuk rekaman lagu-lagu reggae.

Masih di era tahun 1980-an, ada lagu “Dansa Reggae” yang dinyanyikan oleh Nola Tilaar dengan iringan musik oleh Willie Teuguh. Lagu ciptaan Melky Goeslaw itu adalah salah satu lagu reggae yang mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang kultural ramai-ramai menikmati reggae. Dengar liriknya, “Orang Jawa bilang, ’monggo dansa reggae’!”

Musik reggae memberikan pesan cinta dan kedamaian, sehingga ketika mendengarkan lagu-lagunya, serasa memberikan relaksasi. Dan yang terpenting, bahwa musik reggae selalu menghembuskan udara perdamaian dalam tiap-tiap liriknya

SEJARAH MISIC REGGAE

"Musik Jamaica Pendahulu"

Menurut
sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut "Burru"
yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut "talking drums" (drum yang
bicara) yang asli dari Africa Barat. "Jonkanoo" adalah musik budaya
campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum,
rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat
natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian
para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka
berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari
Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika
Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika untuk membentuk
sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik
sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker,
scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada
tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang
menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati
sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 - 50an sebenarnya
disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing,
Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band
dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat "bop". Ska
kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian "skankin"
pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the
Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai
pencipta "ska". Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya
pada pertengahan 60an memunculkan "Rock Steady" yang punta tune bass
berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan
menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.

"Reggae N Rasta"

Bob
Marley tentunya adalah bintang musik "dunia ketiga" pertama yang jadi
penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan
reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang
sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley.
Ditambah lagi dengan hadirnya "The Harder they Come" pada tahun 1973,
Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian
memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti
Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita
Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah
jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley
untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini
tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan
Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music,
musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara - upacara petani, lagu
kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling
alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan - pertemuan Rasta,
menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di
Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami
tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile
Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah
Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan
Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai
kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.

"Apa sih Reggae"

Reggae
sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan
Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas
menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus - putus
tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang 'berkotbah'
dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak
keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika),
pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan
aspek politis Rastafarinya. "Reg-ay" bisa dibilang muncul dari anggapan
bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul
Amerika namun dengan ritem yang 'dibalik' dan jalinan bass yang
menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes
politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska
& rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika -
Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi 'lubang - lubang'
iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer,
permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis
dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat
pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

"Ngga asli Jamaika lho!"

Reggae
memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari
New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari
New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio
Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan
gitar pas - pasan dan putus - putusadalah interprestasi mereka akan
R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim
panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus
tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu,
Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan
interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan
musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan
sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato
rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu
memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan
cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai,
kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.

"It's Influences"


Saat
rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya
menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua
dekade. Hits - hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang
Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees.
Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari
dunia tersendiri. Budaya 'Dancehall' Jamaika yang menonjol plus sound
system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan
lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan
yang luar biasa. Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah
diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.

TONY Q RASTAFARA



Pria asal kota Semarang Jawa Tengah, terlahir dengan nama Tony Waluyo Sukmoasih. Memulai karier bermusiknya sejak tahun 1989 dengan band Roots Rock Reggae. Biasa manggung dari kafe ke kafe atau acara pentas musik yang ada di Jakarta. Setelah bergabung dan membentuk banyak band reggae seperti Exodus Band, Rastaman Band, hingga akhirnya pada tahun 1994 membentuk band yang cukup terkenal sebagai pengusung aliran musik reggae di Indonesia pada masa itu yaitu Rastafara. Bersama Rastafara sempat merilis dua album “Rambut Gimbal” pada tahun 1996 dan “Gue Falling In Love” pada tahun 1997. Hampir semua lagu-lagu di album tersebut diciptakan sendiri oleh Tony Q,lirik lagunya kebanyakan bercerita tentang tema sosial, kemanusiaan, cinta dan tema kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satu lagunya yang cukup populer pada masa itu adalah ”Rambut Gimbal” sebuah istilah untuk style rambut Dreadlock dalam bahasa asing yang kemudian secara tidak langsung dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia dan menjadi populer dikarenakannya lagu tersebut. Perbedaan Rastafara pada saat itu dengan band reggae lainnya adalah karena mereka berhasil memasukan dan memadukan unsur-unsur musik tradisional dengan gaya khas Indonesia kedalam musiknya sehingga terbentuklah musik reggae ala Indonesia yang bisa terlepas dari bayang-bayang musik reggae dunia seperti Bob Marley, UB40 atau Jimmy Cliff. Penggunaan alat-alat musik tradisional seperti Kendang sunda atau Gamelan jawa juga ikut menambah warna musik Indonesia didalam lagu-lagu Rastafara. Dan pada aransemen musiknya sepintas juga terlihat unsur-unsur musik melayu atau bahkan musik khas daerah sumatera utara dan sumatera barat. Pada tahun 1997 Rastafara memutuskan untuk vakum dalam bermusik, hingga akhirnya Tony Q memutuskan untuk membentuk band baru dengan tetap membawa nama Rastafara. Maka pada tahun 1998 terbentuklah Tony Q & New Rastafara, dengan format band additional player.

Tetapi kemudian Tony Q memutuskan untuk bersolo karier dengan tetap membawa nama bandnya Tony Q Rastafara, yang berhasil merilis album pada tahun 2000 yaitu ”Damai Dengan Cinta”. Pada album ke tiganya ini lah Tony Q mulai menapaki puncak kariernya dalam musik reggae di Indonesia, karena album inilah seorang Professor di bidang musik dari Canada memberikannya referensi untuk mengirimkan demo untuk ikut dalam ajang Bob Marley Festival di Amerika. Pihak penyelenggara Festival tersebut menyukai lagu-lagu yang ada di album tersebut dan kemudian mengundang Tony Q untuk tampil diacara tersebut pada tahun 2002, tapi sayang sekali Tony Q beserta rombongannya tidak mendapat izin visa dari Kedutaan Amerika dikarenakan alasan keamanan terkait dengan Tragedi WTC 11 September di Amerika yang terjadi berdekatan dengan rencana keberangkatan Tony Q ke Amerika. Pada tahun 2003 albumnya yang ke empat berjudul ”Kronologi” di rilis, lagu pada album tersebut merupakan kumpulan dari beberapa lagu dari album-album sebelumnya dan juga beberapa lagu yang belum sempat dirilis. Kemudian pada tahun 2005 Tony Q kembali merilis albumnya yang terbaru bertitel ”Salam Damai” dengan membawa misi dan visi yang ingin disampaikan tentang perdamaian, dalam album ini Tony Q mencoba menggabungkan musik reggae dengan unsur musik orchestra tetapi tidak lupa memasukan unsur tradisional bahkan pada album ini terdapat juga lagu-lagu dengan lirik bahasa sunda dan jawa yang semakin menambah kental unsur tradisional Indonesia dalam musik reggae. Prestasi terbaru yang diraih oleh Tony Q di penghujung tahun 2005 adalah masuknya salah satu lagu dari album ketiganya ”Damai Dengan Cinta” yaitu ”Pat Gulipat” ke dalam Album kompilasi musik dunia Putumayo World Music dengan titel ”Reggae Playground” yang rencananya akan dirilis secara Internasional pada bulan Februari 2006. Sebagai satu-satunya wakil dari benua Asia hal ini juga tidak saja mengaharumkan nama Tony Q sendiri tetapi juga nama Indonesia di mata dunia dan khususnya Musik Reggae ala Indonesia juga dapat lebih dikenal secara Internasional. TONY Q RASTAFARA OTOBIOGRAFI Nama : Tony Waluyo Sukmoasih Nama panggilan : Tony Q Nama musisi : Tony Q Rastafara Tempat/Tgl Lahir : Semarang / 27 April 1961 Album 1.Rambut Gimbal (1996), Hemagita Record/BMG 2.Gue Fallin In Love (1997), Hemagita Record/BMG 3.Damai Dengan Cinta (2000), AK Production 4.Kronologi (2003), Indonesia Rasta Production 5.Salam Damai (2005), IM Production 6.Anak Kampung (2007), Tony Q Production & 267 Records Single & Kompilasi 1.Single ”Aku Anak Kampung”, (2005) IRR Compilation Album 2.”Pat Gulipat”, (Damai dengan Cinta, 2000) Putumayo World Music Prestasi 1.Headliners ”Bob Marely Festival” ,Houston TX , USA (2002) 2.Invitation ”Legend of Rastareggae Festival”, Houston TX,USA (2003-2005) 3.Putumayo World Music Album Compilation ”Reggae Playground” (2006) ALBUM & ARTIST MANAGEMENT CV.KOTAK ATIK (IM Production) Mailing Address & Office : Jl. Pulo Asem I C No.57 RT.015 RW.001 Kel.Jati Kec.Pulogadung Kotamadya Jakarta Timur 13220 Website: www.tonyqrastafara.net E-Mail : tonyqrastafara@gmail.com Phone : 021 - 4895326 FAX : 021 – 4757005 / 021 - 4895326 Contact Person : Nino HP : 0813 1990 1982 CDMA : 68159393 Ibnu HP : 0812 921 7757 CDMA : 70335613
sumber....
tony q myspace